Teror Hantu Penunggu Piano


Nama saya Rian, Kisah ini berawal ketika saya duduk di bangku kelas 2 SMA di salah satu sekolah di Ibu kota DKI Jakarta. Mungkin cerita ini agak tidak masuk akal, namun itulah yang saya alami.

Waktu itu saya dan teman saya pulang sekolah dan bermaksud untuk bermain ke rumah teman saya, namun ketika saya akan menuju pintu gerbang, tiba-tiba guru pengajar musik memanggil saya untuk membantu dia menyimpan alat-alat musik yang sudah tidak terpakai ke gudang sekolah yang ruangan nya sangat luas, tapi teman saya orang nya agak sedikit penakut. Mungkin karena gosip hantu piano yang sedang ramai di bicarakan.

Bersekutu Dengan Raja Demit

Pada tahun 2000 saya mempunyai seorang teman dari Sidoarjo. Sebut saja namanya Fahrullah. Temanku ini adalah salah satu contoh seseorang yang belajar ilmu ghaib, tetapi mempunyai keimanan yang tipis sehingga terjerumus bujuk rayu setan yang menyesatkan.
Pertengahan tahun 2000 itu aku bergabung dengan salah satu perguruan ilmu ghaib yang ada di Solo. Pada waktu itu, ilmu ghaib memang sedang ramai diperbincangkan orang, sehingga banyak sekali bermunculan perguruan-perguruan ilmu ghaib. saya memilih perguruan di Solo itu, karena waktu itu saya sendiri membacanya di salah satu majalah.

Tujuh Tahun Dalam Cengkraman Santet Polong

Kisah ini dialami oleh seorang wanita, panggil saja Fitri. Tujuh tahun lamanya dia dalam pengaruh ilmu hitam dari Tanah Karo ini. Tercatat sembilan belas orang pintar dan Kyai, pernah berjuang untuk mengeluarkan tiga makhluk ghaib yang bersemayam dalam tubuhnya. Penderitaan yang berkepanjangan tersebut, akhirnya berakhir setelah dia berumah tangga.

Kisah ini, bermula saat kepindahanku dan keluarga ke lingkungan Pondok Batuan, Kel. Tanjung Sari, Kec. Medan Selayang, kota Medan, Sumatera Utara. Peristiwa ini terjadi tiga belas tahun lalu. Saat itu, aku masih duduk di bangku kelas 3 SMP, tepatnya di SMPN 41 Medan. Di sekolah, aku dipercaya sebagai sekretaris OSIS. Maklum saja, aku memang sangat hobi berorganisasi.Sekitar dua minggu tingal di Tanjung Sari, aku berkenalan dengan Kak Daning, tetanggaku, yang kemudian menjadi saudara angkatku. Waktu itu, dia sudah duduk di bangku kelas 2 SMU.

Hantu Penunggu Stasiun

Kejadian ini dialami Lilis sekitar tahun 2001. Saat musim buah rambutan sedang melimpah ruah. Lilis rupanya salah satu penggemar berat buah-buahan yang hanya berbuah dalam satu musim ini. Karena kepincut dengan buah berambut ini, sampai-sampai dia mengalami kejadian menyeramkan. Pada tengah malam ia ditemui gerombolan orang aneh yang berjalan beriringan.

Seperti dituturkan Lilis dalam kisahnya, saat dia kemecer ingin menikmati segar buah rambutan, pada tengah malampun tidak bakalan membuatnya surut menikmati. Ia sudah berulang kali membeli pada tengah malam, karena menunggu sampai suaminya yang bertugas sebagai satpam pulang kerja.Seperti malam itu, ia berdua bersama suaminya berniat untuk membeli buah rambutan di daerah pinggiran kota. Tempat yang dituju adalah sebuah sentra bongkar muat buah rambutan. Jarak tempuh dari rumahnya lumayan jauh.

Kuyang Si Pemangsa Janin

Percaya atau tidak, ini pengalaman seorang calon ibu diuber-uber kuyang, yang dipercaya masyarakat Tanjung Redep, Kalimantan Timur, sebagai makhluk siluman pemangsa janin dalam kandungan.

Setelah menikah di Jakarta bulan Juni 1994, saya mengikuti suami, kebetulan anggota Polri yang bertugas di Kota Tanjung Redep, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Kami berada di kota itu sekitar tiga tahun, dari Juni 1994-Juni 1996.

Terowongan Casablanca

Perkenalkan nama saya Ely, saya mau menceritakan kisah mistis di Terowongan Casablanca.

Kejadiannya tepat hari rabu 6 Sepetember 2006. Seperti biasa jam 16.00 WIB saya pulang kantor. Kantor saya lokasinya di Cakung Ujung Menteng sedangkan rumah saya di Mampang Jakarta Selatan.

Kota Hantu Wentira

Mungkin nama Wentira di kota-kota lain dianggap biasa, namun berbeda hal nya apabila nama ini di dengar oleh masyarakat yang berada di Palu Sulawesi Tengah.

Wentira merupakan lokasi yang berada di kebun kopi. Wentira sendiri menurut beberapa kesaksian orang-orang yang mengaku pernah ke sana mengatakan kalau Wentira merupakan suatu kota yang sangat teramat indah dengan ciri khas warna kuning.

Lawang Sewu

Lawang Sewu sudah menjadi legenda bagi masyarakat Semarang dan Jawa Tengah. Apalagi, ketika salah satu acara mistik di televisi swasta menjadikan gedung tua tersebut sebagai lokasi uji nyali untuk penonton. Kisah tentang bangunan milik PT. Kereta Api Indonesia itu pun makin dikenal luas oleh masyarakat Indonesia.

Inilah yang menjadikan kisah mistis Lawang Sewu diangkat ke layar lebar pada tahun 2007. Dalam legenda Lawang Sewu, banyak terdengar cerita mistis yang menyeramkan. Hal ini terkait dengan sejarah Lawang Sewu yang pernah menjadi saksi sejarah perjuangan bangsa. Khususnya, pernah menjadi tempat penahanan dan penyiksaan para pejuang Indonesia.

Diculik Penunggu Kali Akar

Hampir 6 hari Udin dibawa kabur makhluk penghuni Kali Akar. Ketika ditemukan, sifat Udin berubah mirip kera dan menyerang siapa saja yang hendak menangkapnya.

Kali Akar merupakan bagian dari Way Belahu, sungai yang mengalir membelah kota Teluk Betung Bandar Lampung. Penduduk menyebutnya Kali Akar karena di sekitar aliran sungai itu banyak ditumbuhi pohon perdu yang akarnya muncul di permukaan air. ada juga akar yang menjuntai seperti tali ayunan. akar-akar sebesar paha orang dewasa itu sangat disenangi anak-anak. Mereka biasa berdiri di atas akar itu lalu terjun ke sungai.

Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan

Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo menyimpan segudang kisah mistis yang membuat bulu kuduk berdiri. Tak hanya para pembesuk dan masyarakat yang berkunjung, petugas RS sekalipun tak lepas dari teror makhluk halus rumah sakit plat merah tersebut.

Selain hantu ngesot di tangga lama yang suka mengganggu pengunjung maupun petugas, di rumah sakit plat merah juga dikenal angker karena hantu tanpa kepala yang acap kali gentayangan di kamar mayat. Seorang karyawati RS Kanujoso Djatiwibowo sebut saja Lia, mengungkapkan, dirinya sering kali mendapat laporan dari pengunjung maupun petugas rumah sakit yang melihat sosok manusia tanpa kepala lewat. Semula wanita berparas ayu ini tidak percaya.

Melihat Hantu Noni Belanda

Cerita ini terjadi sekitar tahun 2007 dimana waktu itu saya mendapat penugasan di daerah Papua tepatnya di kota Jayapura. Saya menempati sebuah rumah dinas peninggalan Belanda yang ukurannya lumayan luas dan jarak antara rumah satu dengan yang lainnya lumayan jauh. Pemandangan kebawah untuk melihat pantai sangat bagus karena kebetulan rumah tersebut terletak di ketinggian sehingga memungkinkan melihat kota Jayapura secara utuh dengan pantainya yang menghampar biru. Kesan pertama saya sangat senang karena menempati rumah yang pemandangannya menakjubkan.

Pada malam pertama saya menempati rumah tersebut sudah ada perasaan aneh didalam hati karena selain jarak rumah agak jauh, suasana di kompleks tersebut sangat sepi, hanya suara lolongan anjing saja yang terdengar, ketika ada suara adzan jadi terkesan sahut-sahutan dengan suara adzan.

Berkelana Di Kota Lelembut

Gunung Kawi yang terletak di sebelah barat Kota Malang di Jawa Timur selama ini terkenal dengan mitos pesugihannya. Makam keramat Eyang Jugo ini menjadi tempat persinggahan para peziarah yang datang dari berbagai kota di penjuru tanah air. Bahkan dari luar negeri banyak yang berziarah dan ngalap berkah di makam ulama yang konon merupakan pengikut Pangeran Diponegoro tersebut.

Selama ini orang mengenal Gunung Kawi sebagai tempat keramat yang cocok untuk menjalankan ritual yang berhubungan dengan masalah rezeki maupun usaha dan perdagangan. Sehingga tak heran kalau kebanyakan peziarah yang datang didominasi oleh para warga keturunan. Namun dibalik kekeramatan Gunung Kawi sebagai tempat wisata ziarah, ternyata terdapat hal lain yang merupakan misteri dari keunikan Gunung Kawi seperti pengalaman yang dialami oleh Murjiono dan teman-temannya dari kota Surabaya.

Ancol

Sebut saja jembatan Ancol, yang dahulu merupakan jembatan goyang, yang terletak di Jakarta Utara. Jembatan ini lebih populer dibanding dengan jembatan lain yang lebih besar dan lebih bagus di Jakarta. Bukan karena keunikan bentuk bangunan atau ukuran jembatan ini, melainkan cerita di balik jembatan ini.

Pada tahun 1995, seorang pelukis di Ancol didatangi seorang perempuan yang meminta dilukis. Ketika itu hari telah gelap dan gerimis mulai turun. Sesuai permintaan perempuan tersebut, sang pelukis mulai menyapukan kuasnya pada permukaan kanvas. Namun, saat sang pelukis baru menggambar setengah bagian tubuhnya, perempuan itu menghilang. Warga percaya bahwa perempuan itu adalah Si Manis Jembatan Ancol.

Pocong Di Kamar Irfan

2 April 2009, Joni megajak Hardi kerumah Irfan untuk bersilaturahmi karena Joni baru mengatahui bahwa keluarga Irfanlah yang membiayai perawatannya dirumah sakit. Sekitar pukul 19.00 WIB, Joni dan Hardi datang kerumah Irfan. Disana Joni dan Hardi bertemu dengan keluarga Irfan, Joni mengucapkan banyak terimakasih kepada orangtua Irfan yang telah membiayai perawatannya ketika di rumah sakit.


Hardi ijin kekamar mandi, sedangkan Joni banyak bercerita tentang keluarganya dan pengalamannya kepada orangtua Irfan. Hardi menuju kekamar mandi, dalam kamar mandi ia teringat kejadian yang kemarin ia alami dikampus, ia terus terbayang. Hardi ketakutan dan dengan cepat ia keluar dari kamar mandi. Saat ia keluar terdengar suara teriakan minta tolong didalam kamar Irfan. Hardi langsung kekamar Irfan begitu juga orangtua Irfan. Joni ikut melihat apa yang sebenarnya terjadi didalam kamar Irfan.

Hantu Bus Malam

Perkenalkan nama saya Rudi, kisah ini merupakan pengalaman yang menimpa teman saya. Jadi, peristiwa ini berdasar kisah yang saya dengar langsung dan semoga kisah ini benar adanya.

Peristiwa ini terjadi pada tahun 1990, Saat teman saya mengambil kuliah S2 di ITB. Pada suatu hari sekitar pukul 22.00 WIB, teman saya mendapatkan telepon dari Keluarganya yang ada di Yogya bahwa istrinya yang tengah hamil tua sudah merasakan bahwa waktu kelahiran putranya sudah dekat, maka sang suami yang sedang kuliah di Bandungpun ditelepon agar bisa menemani saat istrinya melahirkan.

Hantu Kepala Buntung

Perkenalkan nama saya Guntur, saya mau berbagi Kisah Mistis, lebih tepatnya ini kisah teman saya yang bekerja sebagai satpam di perusahaan pembangkit listrik tenaga uap.

Begini kisahnya, teman saya saat itu ditugaskan untuk menjaga lokasi proyek pembangunan PLTU, dia ditugaskan pada shift malam. Karena lokasi yang dibangun saat itu lingkungan sekitarnya masih berupa persawahan jadi agak gelap, maklum kalau malam banyak para pencuri bahan material, jadi teman saya selalu patroli keliling lokasi malam-malam.

Hantu Pengendara Motor Di Magelang

Perkenalkan namaku Hendra, aku ingin menceritakan salah satu dari sekian banyak kejadian ghaib yang terjadi dalam hidupku.

Cerita ini tahun 2005 waktu aku masih sering pulang malam saat pulang dari kampus di daerah Magelang. Waktu itu aku dapat kabar kalau di daerahku tersebut baru ada kecelakan tunggal dahsyat dan yang mengalami meninggal di tempat, dia adalah tetangga temanku yang berprofesi sebagai pembalap roadrace yang kebetulan besok Minggu ada race di Yogyakarta.

Korek Jelangkung

Salam penggemar Kisah Mistis, aku duduk di kelas 6 Madrasah didaerah Jakarta Barat. Saat itu sedang jam istirahat, sebagian ada yang membeli makan sebagian ada yang didalam kelas.


Situasi saat itu sangat ramai karena kami sedang asyik bercanda. Tapi salah satu temanku bernama Yono datang menghampiri kelompokku yang sedang asyik bercanda. Yono mengajak kami untuk bermain jelangkung dari sebuah batang koreng api. Tapi kami tidak mau karena kami takut.

Pasar Setan Gunung Merapi

Perkenalkan nama saya Jono, ini pengalaman saya beserta dua teman saya di Gunung Merapi. Misteri Gunung Merapi, mengingatkan kita pada yang ditayangkan sebuah stasiun TV swasta.

Kisahnya dilatarbelakangi oleh keangkeran Gunung Merapi yang dihuni oleh Mak Lampir, tokoh jahat yang setengah manusia dan setengah jin.

Dikencani Genderuwo Belang Penghuni Sumur Tua

Sepak terjang jin yang suka mengumbar nafsu syahwat terhadap manusia sudah sering diungkap di media cetak maupun media elektronika. Dan hingga kini, kontroversi hubungan intim mahluk dari dua dunia masih terus bergulir. Ada yang menyatakan bisa, tapi, banyak pula yang menyatakan tidak mungkin.

Sebagian sosok yang gemar menggeluti dunia supranatural berkomentar, “Mustahil jin akan mampu mengintimi atau diintimi oleh manusia saat dirinya masih berwujud jin. Oleh karena itu, orang bisa mengintimi atau diintimi jin saat dia telah berwujud menjadi manusia.” ucapnya.

Jembatan Keramat Peninggalan Zaman Majapahit


Di sebuah desa yang jauh dari jantung kota Klaten, Jawa Tengah, terdapat sebuah tempat yang menurut cerita warga setempat dihuni oleh sesosok makhluk gaib. Tepatnya adalah sebuah jembatan yang akrab disebut sebagai Jembatan Demangan, atau banyak juga yang menyebutnya sebagai Jembatan Keramat.

Tertarik oleh cerita gaib yang berkembang, beberapa pekan lalu Kisah Mistis mencoba mendatangi lokasi yang dimaksud. Jembatan Keramat ini posisinya berada di Dukuh Demangan, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten. Jembatan ini merupakan jalur penghubung dengan desa di sebelah timurnya, dan terletak di atas sungai yang lebar dan panjang. Sungai ini merupakan anak sungai Bengawan Solo, yang lebih popoler disebut Kali Dengkeng.

Penunggu Pasar Sukoharjo

Pasar Kota Sukoharjo sudah beberapa kali direncanakan akan dipugar oleh Pemerintah Kabupaten Sukoharjo beberapa waktu yang silam. Namun baru tahun 2012 ini pasar kota Sukoharjo terealisasi akan dibangun bersamaan dengan beberapa pasar tradisional lainnya di seluruh Indonesia yang rencananya akan dipugar oleh pemerintah Pusat.

Selain sebagai Pasar tradisional, Pasar utama Kota Sukoharjo ini sekaligus sebelahnya dipergunakan sebagai terminal angkutan umum dari dalam kota ke daerah pedesaan lainnya di seluruh Kabupaten Sukoharjo. Pasar tradisional ini sudah ada sejak jaman sebelum kemerdekaan Indonesia, pasar ini menurut cerita para pini sepuh dulu pernah diresmikan oleh Presiden Soekarno. Bahkan masyarakat saat itu menyebut Pasar Tradisional ini dengan nama pasar Bung Karno.

Bertahun Tahun Keluargaku Di Santet

Sebutlah namaku Bagis, itu adalah nama yang diberikan oleh seseorang yang sudahku anggap kakekku sendiri, aku tinggal bersama keluargaku di sebuah komplek militer. Di salah satu kota di jawa barat, aku adalah anak pertama dan satu-satunya dikeluarga kami, sedari kecil kedua orang tuaku mengajariku hidup mandiri, dan akupun menjalani hidup yang tidak mudah. Kaerena ayahku adalah seorang prajurit, dan akupun sering di tinggal oleh beliau apabila sedang mendapat tugas dari negara, sedang ibuku adalah seorang guru honorer yang gajinya pun tidak seberapa, saking susahnya kehidupan kami, kunci rumahku adalah ujung garpu. Memang kala itu pangkat seorang prajurit terbilang cepat namun dengan gaji yang pas-pasan pula sehingga belum bisa mencukupi kebutuhan keluargaku.

Ada sebuah kisah unik yang masih aku ingat sampai sekarang ketika aku masih duduk di bangku SD, ada seorang tetanggaku berkata “Nak kamu kok kecil-kecil sudah puasa mutih,” lantas akupun tersenyum dan menjelaskan bahwa aku tidak punya uang untuk membeli lauk-pauk. Lambat laun akhirnya keberuntungan menghampiri keluarga kami, berawal dari sebuah tawaran dari salah seorang tetangga kami yang memang dekat dengan keluar kami yang menawarkan untuk pindah dan menempati rumah mereka, orangtuaku pun menyambut dengan gembira dan tidak menyi-nyiakan kesempatan tersebut.