Diposting oleh
Kisah Mistis
Sebutlah namaku Bagis, itu adalah nama yang
diberikan oleh seseorang yang sudahku anggap kakekku sendiri, aku
tinggal bersama keluargaku di sebuah komplek militer. Di salah satu kota
di jawa barat, aku adalah anak pertama dan satu-satunya dikeluarga
kami, sedari kecil kedua orang tuaku mengajariku hidup mandiri, dan
akupun menjalani hidup yang tidak mudah. Kaerena
ayahku adalah seorang prajurit, dan akupun sering di tinggal oleh
beliau apabila sedang mendapat tugas dari negara, sedang ibuku adalah
seorang guru honorer yang gajinya pun tidak seberapa, saking susahnya
kehidupan kami, kunci rumahku adalah ujung garpu. Memang kala itu
pangkat seorang prajurit terbilang cepat namun dengan gaji yang
pas-pasan pula sehingga belum bisa mencukupi kebutuhan keluargaku.
Ada sebuah kisah unik yang masih aku ingat sampai sekarang ketika aku
masih duduk di bangku SD, ada seorang tetanggaku berkata “Nak kamu kok
kecil-kecil sudah puasa mutih,” lantas akupun tersenyum dan menjelaskan
bahwa aku tidak punya uang untuk membeli lauk-pauk. Lambat laun akhirnya
keberuntungan menghampiri keluarga kami, berawal dari sebuah tawaran
dari salah seorang tetangga kami yang memang dekat dengan keluar kami
yang menawarkan untuk pindah dan menempati rumah mereka, orangtuaku pun
menyambut dengan gembira dan tidak menyi-nyiakan kesempatan tersebut.