Perkenalkan namaku Hendra, aku ingin menceritakan salah satu dari sekian banyak kejadian ghaib yang terjadi dalam hidupku.
Cerita ini tahun 2005 waktu aku masih sering pulang malam saat pulang dari kampus di daerah Magelang. Waktu itu aku dapat kabar kalau di daerahku tersebut baru ada kecelakan tunggal dahsyat dan yang mengalami meninggal di tempat, dia adalah tetangga temanku yang berprofesi sebagai pembalap roadrace yang kebetulan besok Minggu ada race di Yogyakarta.
Cerita ini tahun 2005 waktu aku masih sering pulang malam saat pulang dari kampus di daerah Magelang. Waktu itu aku dapat kabar kalau di daerahku tersebut baru ada kecelakan tunggal dahsyat dan yang mengalami meninggal di tempat, dia adalah tetangga temanku yang berprofesi sebagai pembalap roadrace yang kebetulan besok Minggu ada race di Yogyakarta.
Ketika aku mau pulang kira-kira jam 02.15 WIB, teman-temanku sudah
bilang, “Jangan pulang dulu, pulang pagi saja,” ujar mereka. Walaupun
mereka bilang begitu tapi aku tetap ingin pulang karena dirumah juga
sendiri dan rencananya besok paginya aku ingin bersih-bersih rumah.
Dari kampus, motor kulaju dengan sebatang rokok di tangan. Selang
beberapa menit sampailah aku di SPBU 24jam untuk mengisi bensin dan
petugas SPBU bertanya, “Mau kemana mas malam-malam begini?” tanya
petugas SPBU itu. “Dari kampus mau pulang,” jawabku. “Tadi di daerah
tanjunganom ada kecelakaan parah mas, naik motor nabrak mobil, tewas di
tempat. Pengemudinya tergencet motornya, jadi pengemudinya tidak bisa di
keluarkan dari kap mobil dan mau tidak mau evakuasi harus memotong
motor itu biar pengemudi motor bisa di keluarkan,” ujar petugas itu.
Lalu aku berfikir itu motor kencengnya seperti apa, kok bisa kecelakaan
sampai segitunya.
Selesai dari SPBU aku melanjutkan perjalanan
dan di jalan aku masih kepikiran yang diceritain sama petugas SPBU tadi.
Ketika aku masuk jalan yang di bicarakan petugas tadi baru aku ingat
kalau perumahanku harus lewati daerah itu, jadi ciut nyaliku mau pulang
atau balik ke kampus lagi karena juga masih setengah perjalanan.
Aku nekat pulang, waktu masuk pertigaan yang di ceritakan tadi,
jalannya sepi bukan main, tidak ada motor atau mobil yang lewat. Sambil
baca-baca do'a aku laju motorku kira-kira 80 Km/jam.
Tiba-tiba
aku mendengar suara motor di belakangku. Pikirku aman ada teman, jadi
tidak sendirian. Tapi suara motor kok tidak menyalip padahal
kedengerannya kencang.
Aku liat kaca spion, terlihat ada lampu
motor dibelakang. Aku jadi merinding, seketika juga motor kulaju agak
kencang tapi motor yang di belakang tetep saja mengkuti. Tambah
merinding, aku plintir gas sekenceng-kencangnya. Ketika aku lihat ada
tanda silang dijalan, itu tanda silang warna putih tanda dimana
kecelakaan terjadi. Aku tambah kencang melaju motorku sambil do'a dalam
hati. Sesudah lewat tanda dari polisi tadi, motor di belakang langsung
mendahului.
Aku seketika ingin teriak, tapi seperti bibir ini
terkunci karena aku bisa lihat dengan jelas motor itu menyalip tapi
orangnya sudah tidak normal. Tangan kirinya sudah lepas melambai-lambai
kaya kain tertiup angin dan kaki kiri ada di jok belakang berlumuran
darah. Yang paling mengerikan, itu kepala dongak kebelakang ada
dipunggung.
Aku tidak berani lihat, aku mencoba menambah
kecepatan motorku tapi tiak bisa. Aku konsen dan sadar kalau sesudah
lewat sekolahan yang sudah tidak terpakai harusnya jalan belok kiri tapi
yang aku lihat jalan tetap lurus. Aku coba teriak sekuatku dan
alhamdulillah aku bisa lihat jalan yang asli dan aku berusaha untuk
berhenti.
Ternyata tepat didepanku ada pohon yang hanya
berjarak kurang satu meter, dan aku ucap alhamddullilah. Karena kalau
aku tidak berhenti pasti aku tabrak pohon itu. Sebelum aku jalan lagi,
aku berusaha baca-baca do'a untukku dan untuk almarhum biar tidak di
ganggu lagi. Dan setelah aku baca do'a yang terakhir, aku masih bisa
dengar motor itu dibelakang tapi aku tidak lihat motor itu.
Dengan masih ketakutan akhirnya aku sampai juga dirumah tepat jam 03.00
WIB, aku langsung tarik selimut berusaha untuk pejamkan mata. Besok
Senin aku cerita ke teman-teman kampus, ternyata ada berita lagi sekitar
jam 03.15 WIB ada kecelakaan di lokasi yang tepat kemarin malam aku
berhenti dan orangnya kritis.
Begitulah ceritaku yang sampai sekarang masih teringat kalau aku pulang malam.


0 komentar: