Korek Jelangkung

Salam penggemar Kisah Mistis, aku duduk di kelas 6 Madrasah didaerah Jakarta Barat. Saat itu sedang jam istirahat, sebagian ada yang membeli makan sebagian ada yang didalam kelas.


Situasi saat itu sangat ramai karena kami sedang asyik bercanda. Tapi salah satu temanku bernama Yono datang menghampiri kelompokku yang sedang asyik bercanda. Yono mengajak kami untuk bermain jelangkung dari sebuah batang koreng api. Tapi kami tidak mau karena kami takut.

Yono yang merasa ajakannya tidak ditanggapi oleh kami tetap nekat untuk bermain jelangkung sendiri dengan beberapa batang korek api. Entah apa yang dilakukannya, dan jampi-jampi apa yang diucapkannya. Tiba-tiba terdengar suara seperti petasan meledak diiringi lantai keramik yang pecah dari ujung keujung.

Kami sekelaspun berteriak melihat kejadian tersebut. Yono yang merasa ikut kagetpun hanya terbelalak menyaksikan kejadian itu. Tidak lama berselang setelah lantai keramik pecah dari ujung keujung, guru wali kelas kami datang menghampiri karena mendengar ledakan seperti petasan tadi.

Awalnya guruku mengira ada yang bermain petasan di dalam kelas, tapi kami serentak berkata bahwa yang barusan itu bukanlah suara petasan melainkan keramik yang pecah diawali suara ledakan tadi. Kemudia wali kelasku memanggil guru agama, siapa tahu saja guru agamaku tahu mengenai hal ini.

Baru masuk kedalam kelas guru agamaku berkata, “Ada yang bermain jelangkung disini?” ujarnya.

Yono yang masih kaget dan takut dimarahi hanya diam seribu bahasa. Tapi salah seorang temanku Putri, menunjuk Yono yang mencoba-coba ingin bermain jelangkung dengan menggunakan batang korek api. Yonopun langsung dibawa keruang kepala sekolah, dan dihukum karena bermain jelangkung didalam kelas.

Wali kelas kamipun akhirnya bercerita, bahwa sekolah kami ini dulunya adalah sebuah tempat pemakaman. Yang kemudian dibangun masjid, dan diatas masjid dibangun sekolah madrasah ini.

Sejak kejadian itu ada beberapa temanku yang mengalami kejadian aneh, dari yang melihat teman satu kelas yang sedang piket padahal belum ada murid yg datang selain dia, aku yang pernah melihat penampakan beberapa anak kecil berpakaian seperti murid disekolahku, tapi saat kuhampiri tidak ada seorangpun.

Itulah beberapa kisah dan kejadian yang dialami saat aku masih duduk dikelas 6 SD. Sekarang aku sudah menikah dan mempunyai dua orang anak.

0 komentar:

Posting Komentar