2 April 2009, Joni megajak Hardi kerumah Irfan
untuk bersilaturahmi karena Joni baru mengatahui bahwa keluarga
Irfanlah yang membiayai perawatannya dirumah sakit. Sekitar pukul 19.00
WIB, Joni dan Hardi datang kerumah Irfan. Disana Joni dan Hardi bertemu
dengan keluarga Irfan, Joni mengucapkan banyak terimakasih kepada
orangtua Irfan yang telah membiayai perawatannya ketika di rumah sakit.
Hardi ijin kekamar mandi, sedangkan Joni banyak bercerita tentang keluarganya dan pengalamannya kepada orangtua Irfan. Hardi menuju kekamar mandi, dalam kamar mandi ia teringat kejadian yang kemarin ia alami dikampus, ia terus terbayang. Hardi ketakutan dan dengan cepat ia keluar dari kamar mandi. Saat ia keluar terdengar suara teriakan minta tolong didalam kamar Irfan. Hardi langsung kekamar Irfan begitu juga orangtua Irfan. Joni ikut melihat apa yang sebenarnya terjadi didalam kamar Irfan.
Hardi ijin kekamar mandi, sedangkan Joni banyak bercerita tentang keluarganya dan pengalamannya kepada orangtua Irfan. Hardi menuju kekamar mandi, dalam kamar mandi ia teringat kejadian yang kemarin ia alami dikampus, ia terus terbayang. Hardi ketakutan dan dengan cepat ia keluar dari kamar mandi. Saat ia keluar terdengar suara teriakan minta tolong didalam kamar Irfan. Hardi langsung kekamar Irfan begitu juga orangtua Irfan. Joni ikut melihat apa yang sebenarnya terjadi didalam kamar Irfan.
Merekapun melihat Irfan tergelatek di lantai, Joni
dan Hardi membantu mengangkat Irfan ke atas kasur. Orangtua Irfan
langsung menelepon dokter pribadi mereka untuk memeriksa Irfan. Tidak
lama kemudian dokter tersebut datang dan langsung memeriksa Irfan,
ternyata Irfan hanya kelelahan. Irfan pun sadar, dan kembali ia
berteriak minta tolong dengan sangat kencang. Joni dan Hardi memegang
tangan Irfan dan berusaha untuk menyadarkan Irfan.
Irfan
berteriak dengan kencang bahwa ia melihat pocong di depan lemarinya.
Irfan terus berteriak kencang dan melepaskan pegangan Joni dan Hardi,
irfan tanpa sadar melemparkan handphonenya ke arah depan lemari. Padahal
orangtua Irfan, Joni, Hardi dan Dokter tidak melihat apa-apa didepan
lemari. Irfan memukuli dirinya sendiri, ayah Irfanpun memanggil seorang
Ustad yang merupakan tetangganya sendiri.
Irfan menjatuhkan
lemarinya dan menghancurkan tv yang ada didalam kamarnya, Joni dan Hardi
berusaha menenangkan Irfan namun malah Hardi yang terkena lemparan
gitar yang dilemparan oleh Irfan.
Tangan Hardi berdarah, Joni
dan Dokter terus memegangi hingga ayah Irfan dan Ustad datang, ibu Irfan
hanya menangis melihat anaknya seperti itu. Tidak lama kemudian ayah
Irfan dan Ustad datang, Ustad langsung menenangkan dan membacakan do'a.
Irfanpun sadar dan heran melihat banyak orang didalam kamarnya. Ibu
Irfan langsung memeluk Irfan dan menangis karena ibu Irfan takut
kehilangan Irfan. Ustad menjelaskan kepada orangtua Irfan, Joni dan juga
Hardi bahwa didalam kamar Irfan ada penghuni yang sudah lama mengikuti
Irfan dari kecil. Sesosok pocong yang bermuka rata, serta ada anak kecil
yang berada dikamar mandi, sedangkan diruang tengah ada sesosok
perempuan yang selalu menganggu para tamu yang datang.
Ustad
menyarankan agar orangtua Irfan dan Irfan sendiri harus sering beribadah
agar rumah mereka bersih dan tidak dihuni oleh makhluk-makhluk gaib.
Setelah beberapa menit kemudian Ustad itu pamit pulang, begitu juga
dengan Joni dan Hardi. Orangtua Irfan sangat berterimakasih kepada Ustad
tersebut dan kepada Joni dan Hardi yang sudah berusaha menenangkan
anaknya. Irfan juga berterimakasih kepada Ustad tersebut dan kepada Joni
dan Hardi, Irfan juga meminta maaf kepada Hardi karena dia tangan Hardi
jadi terluka. Hardi dan Joni pun pamit pulang. Bertambah lagi kejadian
aneh yang di alami Joni dan Hardi, mereka semakin heran apayang
sebenarnya terjadi pada mereka mengapa disetiap waktu mereka mengalami
hal yang aneh terutama Joni. Tapi meraka santai saja dan tidak terlalu
mempermasalahkan itu, dalam pikiran mereka mungkin saja itu kebetulan.


0 komentar: