Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo menyimpan
segudang kisah mistis yang membuat bulu kuduk berdiri. Tak hanya para
pembesuk dan masyarakat yang berkunjung, petugas RS sekalipun tak lepas
dari teror makhluk halus rumah sakit plat merah tersebut.
Selain hantu ngesot di tangga lama yang suka mengganggu pengunjung maupun petugas, di rumah sakit plat merah juga dikenal angker karena hantu tanpa kepala yang acap kali gentayangan di kamar mayat. Seorang karyawati RS Kanujoso Djatiwibowo sebut saja Lia, mengungkapkan, dirinya sering kali mendapat laporan dari pengunjung maupun petugas rumah sakit yang melihat sosok manusia tanpa kepala lewat. Semula wanita berparas ayu ini tidak percaya.
Selain hantu ngesot di tangga lama yang suka mengganggu pengunjung maupun petugas, di rumah sakit plat merah juga dikenal angker karena hantu tanpa kepala yang acap kali gentayangan di kamar mayat. Seorang karyawati RS Kanujoso Djatiwibowo sebut saja Lia, mengungkapkan, dirinya sering kali mendapat laporan dari pengunjung maupun petugas rumah sakit yang melihat sosok manusia tanpa kepala lewat. Semula wanita berparas ayu ini tidak percaya.
“Sampai akhirnya aku melihat pakai mata kepala ku sendiri. Seram banget,” katanya dengan bibir gemetar.
Dia mengaku, bukan sekali dua kali saja diganggu makhluk tanpa kepala
yang berlalu lalang di kamar mayat. Waktu pertama kali diganggu, Lia
sempat syok. Badannya mendadak demam dan nyaris kehilangan nyali untuk
melewati kamar mayat. Namun lama kelamaan, dirinya mampu mengendalikan
diri sehingga ketika sosok tanpa kepala tadi mengganggu, sudah
dianggapnya sebagai hal yang biasa.
“Memang kalau hantu ngesot
banyak yang lihat. Sedangkan untuk orang yang tidak ada kepalanya itu,
beberapa staf di sini pernah melihatnya, begitu pula beberapa
pengunjung,” katanya dengan penuh keyakinan.
Masih menurut Lia,
biasanya setelah muncul penampakan hantu tanpa kepala sehari atau dua
hari kemudian kamar mayat akan penuh dengan jenazah. “Kalau sudah ada
penampakan kamar mayat penuh,” bebernya.
Lia lantas bercerita
pengalaman seram lain yang dialaminya sendiri. Ketika itu dirinya sedang
mencuci tangan di wastafel di malam hari. Tiba-tiba ia merasa ada yang
menarik baju bagian belakangnya, namun saat ditengok tidak ada
siapa-siapa. Selang beberapa detik kemudian, baju bagian belakangnya
kembali ditarik, sampai terjadi yang ketiga kalinya ia memberanikan diri
menengok ke belakang.
Saat itulah ia kaget bukan kepalang.
Lututnya seakan mau copot, tak lagi mampu menopang berat tubuhnya yang
tergolong langsing. Di belakangnya ternyata berdiri seorang bocah
berusia sekira 4 tahun menggunakan pampers. Bocah tadi bertelanjang
dada, kepalanya botak dan mengulurkan tangannya minta digendong.
“Langsung saja kumarahi anak itu apa kamu gendong-gendong. Habis
kumarahi eh tiba-tiba saja anak tersebut lenyap dari hadapan saya,”
beber dia.
Bisa jadi, tambahnya lagi, kehilangan uang maupun
benda berharga yang terjadi di RS Kanujoso Djatiwibowo bukan semata
dilakukan oleh seorang pencuri, melainkan tuyul yang berkeliaran di
rumah sakit.
“Saya ke tempat teman saya, saya ceritakan ada
anak tarik-tarik baju saya, kata teman saya, itu tuyul dan memang
terkadang menampakan diri,” kisahnya.
Kendati sering diganggu
makhluk halus, Lia mengatakan dirinya tidak pernah kehilangan semangat
untuk bekerja. “Namanya pekerjaan tetap harus dikerjakan, kita berserah
kepada Yang Maha Kuasa saja,” tutup dia.


0 komentar: