Teror Hantu Penunggu Piano


Nama saya Rian, Kisah ini berawal ketika saya duduk di bangku kelas 2 SMA di salah satu sekolah di Ibu kota DKI Jakarta. Mungkin cerita ini agak tidak masuk akal, namun itulah yang saya alami.

Waktu itu saya dan teman saya pulang sekolah dan bermaksud untuk bermain ke rumah teman saya, namun ketika saya akan menuju pintu gerbang, tiba-tiba guru pengajar musik memanggil saya untuk membantu dia menyimpan alat-alat musik yang sudah tidak terpakai ke gudang sekolah yang ruangan nya sangat luas, tapi teman saya orang nya agak sedikit penakut. Mungkin karena gosip hantu piano yang sedang ramai di bicarakan.


Namun meskipun begitu, saya tetap memberanikan diri untuk tetap masuk ke gudang bersama guru musik saya. Tapi, guru musik saya pun tidak jadi masuk karena di panggil oleh kepala sekolah, apa boleh buat akhirnya saya hanya sendiri masuk ke gudang sekolah yang kata nya angker itu.

Baru saja saya beberapa langkah dari pintu, tiba-tiba saya mendengar seseorang yang bermain piano dan memainkan nada fur elise yang diciptakan oleh beet hoven,semakin saya masuk kedalam semakin terdenagar jelas suara piano itu, setelah saya meletakkan alat-alat musik yang mau di simpan tadi saya mencoba memberanikan diri menghampiri piano yang terus berbunyi itu. Pikir saya ada orang yang iseng, tapi setelah saya memeriksa piano itu ternyata tak ada seorangpun yang memainkan piano itu, dan musik nya pun tiba tiba berhenti.

Setelah saya memeriksa piano itu, ternyata piano itu sudah rusak. Karena saya merasa takut, saya langsung berlari keluar, selepas itu di jalan pulang saya langsung menceritakan kejadian tadi, dan teman saya menceritakan jika ada orang yang mendengarkan lagu tersebut sampai 4 tempo maka orang itu akan mati seketika, untung saya hanya mendengarkan 1 tempo dan itu pun tidak sampai selesai.

Jadi saya memutuskan untuk tidak mendekati gudang sekolah itu lagi. Saya berfikir, selama saya tidak mendengarkan lagu itu dan tidak masuk ke gudang, ancaman itu tidak berlaku lagi. 

Malam hari pun tiba, dan tiba-tiba saya kesal karena ada orang yang terus-terusan miscall tidak jelas. Musik yang tadi saya dengarkan di gudang sekolah tiba tiba saja terdengar kembali, saya pun mencoba mematikan handphone saya. Aneh nya, entah kenapa handphone saya mendadak tidak bisa dimatikan, karena saya merasa ketakutan, saya langsung membanting handphone tersebut.

Setelah handphone banting, tiba-tiba tv di kamar saya menyala dan musik itu terdengar lagi, setelah saya mematikan tv, musik itu berpindah ke radio, yang lebih anehnya lagi, kabel tv dan radio itu sedang tidak tersambung ke listrik.

Saya pun mencoba untuk tidur, dan, musik itu pun terdengar lagi. Kinis musik itu terdengar di kotak musik saya yang saya simpan di atas lemari yang lumayan tinggi, karena letaknya yang lumayan tinggi, saya tidak bisa mematikan musik itu, dan setelah selesai 1 tempo, tiba-tiba muncul hantu itu dari kolong tempat tidur saya, dengan mata kanan yang keluar, dan lidah menjulur sampai dada, hantu itu memberi tahu dan bekata ”Kurang 2 kali lagi”.

Keesok hari nya saya menceritakan kejadian semalam kepada teman-teman di kelas. Lalu, ada teman saya yang mengusulkan untuk menyumbat telinga saya dengan tanah liat jika musik itu terdengar lagi, entah saya harus melakukan saran teman saya atau tidak, tapi demi keselamatan saya, saya meneguhkan hati untuk melakukan saran teman saya itu.

Siang pun berganti malam, karena takut kejadian kemarin terulang kembali, saya mematikan semua barang yang bisa mengeluarkan musik, lalu orang tua saya datang ke kamar. Katanya salah satu teman saya ada yang menelpon dan dia berkata ”Rian saya sudah mengetahui cara mengakhiri  kutukan hantu itu, tapi saya tidak bisa bicara lewat telpon kalau kamu mau tahu caranya kita ketemuan di sekolah”, dan sayapun berharap agar waktu cepat-cepat berlalu.

Kembali musik itu terdengar lagi dan saya langsung menyumbat telinga saya dengan tanah liat namun semua itu percuma karena suara itu masih terdengar, kemudian saya berlari sejauh mungkin agar tidak mendengar musik itu lagi , setelah cukup jauh saya berlali, saya merasa aman. Betapa terkejutnya saya ketika di hadapan saya muncul piano yang berjalan sendiri sambil memainkan musik itu, piano itu terus mengejar saya hingga saya menemui jalan buntu, di saat itu saya sangat ketakutan karena saya sudah mendengarkan sampai 3 tempo, dan kembali setelah piano itu berhenti hantu itu berkata padaku ”Kurang 1 kali lagi”, dada saya berdegegup kencang.

Keesokan hari nya saya bertanya kepada teman saya yang semalam menelpon ”Apa kamu semalam menelpon saya”, dia pun menjawab ”Enggak, aku sama sekali gak menelpon kamu, kan kamu tau sendiri, aku gak punya handphone, jadi mustahil kalau aku menelpon kamu semalam”, jawabnya dengan muka meyakinkan.

Singkat cerita, saya dengan teman teman saya pun datang ke gudang sekolah malam-malam untuk menghancurkan piano itu, setelah kami berada di dalam dan mencoba menghancurkan piano itu tiba-tiba kami semua terpental, kami semakin takut, apalagi saya yang mempunyai waktu 1 tempo lagi.

Kemudian entah kenapa, saya tidak sadarkan diri, di saat saya tidak sadarkan diri, menurut cerita teman saya, dia langsung mengambil alat musik kecapi guna memecahkan musik itu dan mereka serentak berkata ”Musik telah berubah” selama berkali kali.

Akhirnya hantu piano itu pun menghilang, keeesokan hari nya saat saya sekolah, teman-teman saya menceritakan kejadian semalam dan menceritakan kalau saya kesurupan, semenjak itu rumor tentang hantu piano itu tidak pernah terdengar lagi.

0 komentar:

Posting Komentar